Indahnya malam pertama

Indahnya malam pertama

Artikel terkait : Indahnya malam pertama


Kali Ini Saya akan memposting sebuah Kisah yang semua orang di muka bumi ini Insyaallah akan mengalami yang bernama Malam Pertama…. Tenang dulu…. Ini bukan postingan yang berbau Pornografi (sy nggk mau terjerat UU Anti Pornografi dan Pornoaksi) nah… yang akan saya sampaikan dalam posting kali ini yaitu kisah malam pertama di alam Kubur…. (Wih serem…)
Ya… sudah sepantas  nya bagi kita umat muslim, mengingat yang bernama kematian, karena semua mahluk dimuka Bumi ini semuanya adalah CAMAT atau Calon Mati .
Saya yakin banyak orang yang takut mati apa lagi para Koruptor Dinegeri ini… kata mati adalah sebuah kata yang paling takut didengar. Dan bisa menjadi mimpi buruk dalam setiap hidupnya.
Jangan pernah takut akan mati, tapi yang perlu di takut kan adalah apakah kita mati dalam keadaan Khusnul Khotimah ataukah sebaliknya Su’ul Khotimah. Dan yang kita khawatikan adalah  apa yang terjadi setelah kematian?

Nah oleh  karena itu sebagai penambah keimanan ,  saya kan memberikan sedikit gambaran tentang Malam Pertama di Alam Kubur.
Apakah berupa taman dan sungai yang mengalir, dalam tempat yang dijanjikan Allah; ataukah beruap kesesatan dan api yang bergejolah?

maka dikatakan dalam Q.S. Al-Qamar:48,
“Pada hari wajah mereka dibenamkan ke dalam lautan api. (Di katakan kepada mereka), ‘Rasakanlah jilatan api neraka ini”.

Orang-orang shalih sangat rindu, karena ingin segera bertemu dengan Rabb mereka. Meyiapkan bekal kematian, yang menjadi gerbang menuju negeri akhirat. Yaa…., mereka bahagia meyambut kematian, selagi kematian itu mendekatkan diri kepada Rabb mereka.
Inilah kematian, yang menjadi gerbang alam akhirat. Apa yang terjadi sesudah kematian jauh lebih ngeri dan dahsyat.
–>>ada suatu Kisah :
Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz mengurusi jenasah keluarganya. Ketika mayat telah ditanam ke liang lahat dan tanah sudah dimampatkan, Umar menghadap orang-orang yang bertakziah sambil berkata,
Umar :”Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahu apa yang akan ia (kuburan) katakan kepadaku?”
para takziah :”Tentu”
Umar :”Kuburan itu memanggilku dan berkata, ‘Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?’
‘Tentu’, jawabku.”
“Kuburan itu berkata,’Aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta ku kunyah dagingnya. Maukah kau kuberitahu apa yang aka kuperbuat dengan anggota badannya?’
‘Tentu’, jawabku.”
“kubur itu berkata lagi,’Aku cabut (satu per satu dari) telapak ke tangannya, lalu dari tangan ke lengan, dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. dan paha dari lututnya. Kucabut pula lutut itu dari betis. Dari betis menuju telapak kakinya.’
“Itulah apa yang ku dengar…”
Secuplik dari cerita di atas cukup untuk memberi gambaran kepada kita apa yang perlu kita siapkan agar kubur menjadi tempat kita bermalam yang nyaman. Karna ia adalah ranjang kita yang baru yang akan membuat kita nyaman ataukah memporak-porandakan jasad ini, yang membuat kita amat sangat tak nyaman berada di dalamnya.
Lanjut cerita, Umar pun menangis dan berkata, “Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan di dalamnya adalah kehinaan. Pemudanya akan menjadi renta, dan yang hidup di dalamnya akan mati. Celakalah yang tertipu olehnya. Dimanakah pendukduk yang dulu membangun kotany? Apa yang diperbuat oleh tanah terhadap tubuh-tubuh mereka? Apa yang diperbuat cacing tanah terhadap tubuh dan anggota badannya yang lain? Dulu mereka di dunia berada di tengah keluarga bahagia, di atas kasur empuk dan dikelilingi pembantu yang setia. Orang-orang memuliakannya.
Tetapi ketika semuanya berlalu, dan maut datang memnaggil, lihatlah betapa dekat kuburan dengan tempat tinggalnya. Tanyakan kepada orang kaya, apa yang tersisa dari kekayaannya? Tanyakan pula kepada orang fakir, apa yang tersisa dari kefakirannya?

“Kutinggalkan tempat tidurku pada suatu hari, kemudian kutersekap diam membisu.
Aku telah berpindah dari satu tempat menuju tempat lain.
Aku berangkat dari satu ranjang tidur dalam istanaku menuju alam lain.
Apa gerangan yang mendatangiku saat tidur?
Kubur adalah malam pertama.
Demi Allah, katakanlah apa yang terjadi dengan dua malam, yang demi Allah pasti mentakdirkannya pada setiap hamba?”

“Begitulah kematian…
tak pernah memilah; tua atau muda, kaya atau miskin.
Tak pernah peduli terhadap raja atau budak, emnteri atau penguasa sebuah negeri.
Kematian melenyapkan kemegahan.
Ia datang untuk mengeluarkan manusia dari rotasi kehidupan yang selama ini dijalani.
Mengeluarkan seseorang dari istananya, untuk kemudia membenamkannya dalam sempitnya liang lahat.
Semua itu dilakukan tanpa meminta ijin terlebih dahulu”

Di kutip dari sebuah buku “Malam Pertama di Alam Kubur”
Al-Qarni, A’idh, Dr.Muhammad Abdullah Al-Uraifi, Dr.Syaikh Muhammad bin Husai Ya’qub. Malam Pertama Di Alam Kubur. Solo: AQWAM,2008.


Artikel Pencari Inspirasi Lainnya :

3 komentar:

  1. Semoga kita semua dapat khusnul khotimah dalam menghadapi kematian...

    BalasHapus
  2. Moga husnul khatimah, mendapat nikmat barzah lalu di akhirat masuk surga

    BalasHapus

Copyright © 2015 Pencari Inspirasi | Design by Bamz
close