Akhi (Ukhti), Jangan Sakiti Hati Saudaramu…..

Akhi (Ukhti), Jangan Sakiti Hati Saudaramu…..

Artikel terkait : Akhi (Ukhti), Jangan Sakiti Hati Saudaramu…..

Ikhwah fillah rahimakumullah,
Dalam dunia da'wah yang kita geluti, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan-permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis da'wah sendiri. Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah partai da'wah, ada seorang aktivis ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas. Di lain waktu dalam lembaga da'wah sebuah kampus, seorang aktivis akhwat "minta cuti" lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berda'wah.
Ikhwah fillah rahimakumullah,
Sadarkah kita, bahwa setiap aktivitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk da'wah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati. Ya, setiap aktivis da'wah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktivis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktivis lain yang dihadapkan kepadanya. Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktivis-aktivis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah polah aktivis da'wah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.
Tapi tahukah, wahai ikhwah sekalian,
Bahwa seringkali kita melupakan hal itu. Kita sering memukul rata perlakuan kita kepada sesama aktivis, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata 'afwan (maaf) atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita. Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan.
Ikhwah fillah,
Benar bahwasanya aktivis da'wah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa, bukan superman, dan bukan malaikat yang bisa menerima perlakukan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang terbalik ketika kesadaran bahwa aktivis da'wah hanyalah manusia biasa, ditempelkan pada diri kita sendiri. Seharusnya kesadaran bahwa aktivis da'wah adalah manusia biasa itu kita tujukan pada saudara kita aktivis da'wah yang lain, bukan kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara kita.
Oleh karena itu ikhwah fillah yang berbahagia,
Adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat dalam sebuah aktivitas da'wah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata 'afwan dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat yang kita tujukan untuk saudara kita. Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu. Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati (menzhalimi) saudara kita. Wallahu a'lam bishawab. (www.ikhwah-net.8m.com)

Artikel Pencari Inspirasi Lainnya :

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2015 Pencari Inspirasi | Design by Bamz
close